0852-900-346-78
Fakultas Teknologi Industri UII KM. 14,5. Sleman, Yogyakarta 55584

Mobil Listrik Karya Mahasiswa UII, Berevolusi Menuju Kesempurnaan

UASC > Uncategorised > Mobil Listrik Karya Mahasiswa UII, Berevolusi Menuju Kesempurnaan

JawaPos.com – Selain menghadirkan produk dari berbagai Agen Pemegang Merek (APM), Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 juga menampilkan kendaraan buah tangan Mahasiswa Indonesia. Kendaraan buah tangan ana bangsa itu seolah tak mau kalah dengan kendaraan hybrid komersial bikinan APM.

Adalah mobil listrik karya mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) dari Yogyakarta. Dalam pameran IIMS kali ini, para mahasiswa UII menampilkan mobil listrik generasi ketiga.

“Dalam pameran IIMS kami, kami menampilkan hasil karya Team Ulil Albab Student Center (UASC), yaitu Kaliurang Unisi Generasi Ketiga,” kata Kapten Team Ulil Albab Student Center (UASC) Rudi Arta Rahardian, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/3).

Ia menjelaskan, pembuatan mobil listrik generasi ketiga meghabiskan biaya Rp 120 juta. Penggarapannya menelan waktu selama  4 bulan, yakni dari Juli 2017 sampai Oktober-November 2017. Rudi juga mengungkapkan, mobil ini adalah hasil upgrade dari versi sebelumnya. Perubahan dan evaluasi selalu dilakukan. Tim inovator dari UII selalu mereview kembali hasil yang telah dibuat.

Mobil Kaliurang Unisi Generasi pertama dibuat dengan menerapkan teknologi hasil rancangan tim-nya sendiri. Kaliurang Unisi Generasi Ke-1, UASC membuat controller dengan kendali yang diambil dari ponsel android. “Generasi pertama mobil kita itu adalah controller buatan sendiri dengan kendali handphone android. Ini adalah mobil pertama yang bisa digunakan dengan kendali android, jadi seperti remote control gitu. Tapi, teknologi itu hanya ada di generasi Kaliurang Unisi pertama. Lalu kami juga membuat Batery Management System (BMS) di generasi pertama,” lanjutnya.

Walau demikian, Mobil listrik Kaliurang Unisi Generasi Pertama masih kurang dalam hal kecepatan. Oleh karena itu, Rudi bersama UASC melakukan upgrade ke generasi pertama dengan menambah transmisi. “Teknologi BMS di generasi pertama kita masukkan juga di Kaliurang Unisi Generasi Kedua. Tapi controller yang bisa dikendalikan dari android tidak kami terapkan di generasi kedua ini,” imbuhnya.

Begitu juga dengan mobil listrik generasi kedua, UASC merasa masih kurang puas dalam hal torsi. Oleh karena itu, mahasiswa UII Yogyakarta meng-upgrade kembali agar mobil buatannya semakin baik.

“Nah, di generasi ketiga ini kami disiapkan juga teknologi telematry system. Teknologi ini adalah untuk memantau kendaraan dari jarak jauh. Jadi teknisi bisa melihat bila ada problem saat mobil ini digunakan,” bebernya.

Menurut Rudi, radius pantau mobil Kaliurang Unisi Generasi Ketiga masih kurang. Hanya 1 kilometer (km). Setelah melakukan percobaan kembali, radius pantau mobil generasi ketiga ditambah, yakni menjadi sekitar 2 km. Kendaraan ini memiliki kemampuan mencapai top speedKaliurang Unisi Generasi Ketiga ini adalah 70 km per jam. Dari baterai penuh, mobil ini bisa dipakai 1 jam dengan jarak tempuh sampai 20 km.

Soal pengisian baterai, Rudi mengatakan bahwa alat charger mobil ini juga dibuat sendiri oleh tim-nya. Pengisian baterai dari 0 sampai 100 persen penuh memakan waktu selama 4 jam.

“Tapi nanti kami akan mengikuti lomba di Jepang, yaitu kompetisi Formula Student Japan dari 4 sampai 8 September 2018. Untuk dana, pemerintah sudah membuka pintu untuk kami, yaitu dari Patra Jasa dan Kemenko Maritim. Saya bersama UASC optimis cuma tinggal eksekusinya saja. Masalah apapun bisa dihadapi bersama,” tutupnya.

https://www.jawapos.com/otomotif/27/04/2018/mobil-listrik-karya-mahasiswa-uii-berevolusi-menuju-kesempurnaan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *